Kandungan Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Kandungan Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Pada keadaan ideal, mesin kendaraan bermotor dengan komposisi campuran bahan bakar pada kondisi stoikoimetrik (AFR=14,7) dan pembakaran yang terjadi adalah pembakaran yang sempurna akan menghasilkan emisi gas buang yang mengandung karbondioksida (CO2), uap air (H2O) dan nitrogen (N2). Dalam kondisi aktual, mesin kendaraan bermotor disain untuk komposisi campuran bahan bakar miskin/kurus (lean mixture), contoh pada kondisi AFR 12,5 untuk menghidupkan mesin kendaraan bermotor pada saat dingin dan menghasilkan daya maksimal selama kendaraan berakselerasi.

Proses pembakaran pada kendaraan bermotor hampir tidak pernah berlangsung dengan sempurna, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan juga mengandung karbonmonoksida (CO), sisa bahan bakar yang tidak ikut terbakar (hidrokarbon), hydrogen dan beberapa senyawa oksigen (oksida) seperti NOx dengan konsentrasi yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi campuran bahan bakar.



Kandungan Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Emisi kendaraan bermotor mengandung berbagai senyawa kimia. Komposisi dari kandungan senyawa kimia. Komposisi dari kandungan senyawa kimianya tergantung dari gaya mengemudi, jenis mesin dan alat pengendali bahan bakar. Suhu operasi dan faktor lain yang semuanya ini membuat pola emisi menjadi sedikit rumit.

Jenis emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan berbahan bakar bensin maupun berbahan bakar solar sebenarnya sama saja . hanya berbeda proporsinya saja, perpedaan cara pengoprasian mesin. Secara visual kendaraan dengan bahan bakar solar akan selalu terlihat asap yang keluar dari knalpot kendaraan, berbeda dengan mesin berbahan bakar bensin.

Walaupun gas buang kendaraan bermotor terutama dari senyawa yang tidak berbahaya seperti nitrogen, karbondioksida, tapi di dalamnya terkandung juga senyawa lain dengan jumlah yang cukup besar yang dapat membahayakan bagi kesehatan maupun lingkungan. Bahan pencemar yang terutama terdapat di dalam gas buang kendaraan bermotor adalah karbon monoksida (CO), berbagai senyawa hidrokarbon, berbagai senyawa nitrogen (NOx) dan sulfur (SOx), dan partikulat debu termasuk timbal (Pb). Bahan bakar tertentu seperti hidrokarbon dan timbal organik, dilepaskan keudara karena adanya penguapan dari sistem bahan bakar. Lalu lintas kendaraan bermotor juga dapat meningkatkan kadar partikular debu yang berasal dari permukaan jalan yang diakibatkan oleh komponen ban dan rem.



Setelah berada di udara, beberapa senyawa yang terkandung dalam gas buang kendaraan bermotor dapat berubah karena terjadinya suatu reaksi, misalnya dengan sinar matahari dan uap air, atau juga antara senyawa-senyawa tersebut satu sama lain. Proses reaksi tersebut ada yang berlangsung cepat dan terjadi saat itu juga di lingkungan jalan raya, dan adapula yang berlangsung dalam satu rentang reaksi yang panjang dan rumit, yang menghasilkan produk akhir yang dapat lebih aktif atau lebih lemah dibandingkan senyawa aslinya, sebagai contoh, adanya reaksi di udara yang mengubah nitrogen moniksida (NO) yang terkandung di dalam gas bung kendaraan bermotor menjadi nitrogen dioksida (NO2) yang lebih reaktif, dan reaksi kimia antara berbagai oksida nitrogen dengan senyawa hidrokarbon yang menghasilkan ozon dan oksida lain, yang dapat menyebabkan asap awan fotokimia (photochemical smog). Pembentukan smog ini kadang tidak terjadi ditempat asal sumber (kota), tetapi dapat terbentuk dipinggiran kota. Jarak pembentukan smog ini tergantung pada kondisi reaksi dan kecepatan angin.

Untuk bahan pencemar yang sifatnya lebih stabil seperti limbah (Pb), beberpa hidrokarbon halogen dan hidrokarbon poliaromatik, dapat jatuh ke tanah bersama air hujan atau mengendap bersama debu dan mengkontaminasi tanah dan air. Senyawa tersebut selanjutnya juga dapat masuk ke dalam rantai makanan yang pada akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia melalui sayuran, susu ternak, dan produk lainnya dari ternak hewan.



Emisi gas buang kendaraan bermotor juga cinderung membuat kondisi tanah dan air menjadi asal. Pengalaman di Negara maju membuktikan bahwa kondisi seperti ini dapat menyebabkan terlepasnya ikatan tanah atau sendimen/logam, sehingga logam tersebut dapat mencemari lingkungan.

 

 

 






 

Pembahasan lainnya : 

  1. Prosedur Tune UP Mobil
  2. Pengertian Tune UP Mobil
  3. Toko Aksesoris Lampu Mobil
  4. Cara Kerja Mesin Turbo Mobil
  5. Manfaat Tune UP Mesin Mobil
  6. Proses Pembakaran Motor Bensin
  7. Kelebihan Mesin Turbo Pada Mobil
  8. Proses Pembakaran Pada Motor Bensin
  9. Cara Menyetel Lampu Depan Pajero Sport
  10. Cara Meningkatkan Performa Mesin Mobil

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Automotive