Tahapan-Tahapan dalam Pengambilan Keputusan dengan AHP

Tahapan-Tahapan dalam Pengambilan Keputusan dengan AHP

Pada dasarnya, AHP menurut Iwan J.Azis (2010:65) merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks dan tidak terstruktur ke dalam kelompok-kelompoknya, dengan mengatur kelompok tersebut kedalam suatu hirarki, kemudian memasukkan nilai numerik sebagai pengganti persepsi manusia dalam melakukan perbandingan relatif. Dengan suatu sintesis maka akan dapat ditentukan elemen mana yang mempunyai prioritas tertinggi.



 

AHP banyak digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam hal perencanaan, penentuan, alternatif, penyusunan prioritas, pemilihan kebijakan, alokasi sumber daya, penentuan kebutuhan, peramalan hasil, perencanaan hasil, perencanaan sistem, pengukuran performansi, optimasi, dan pemecahan konflik. Tahapan-tahapan dalam pengambilan keputusan menurut Sutopo (2007:7) dengan metode AHP secara lebih rinci adalah sebagai berikut :

Tahapan-Tahapan dalam Pengambilan Keputusan dengan AHP

  1. Mendefenisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan. Tahap pertama ini bertujuan untuk menentukan masalah yang akan dipecahkan secara jelas, detail dan mudah dipahami. Dari masalah yang ada akan dapat menentukan solusi yang mungkin cocok untuk masalah yang sedang dihadapi.
  2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan utama sebagai level teratas, dilanjutkan kriteria-kriteria yang cocok untuk dipertimbangkan dan menilai alternatif-alternatif pilihan yang ingin dirangking. Tiap kriteria mempunyai intensitas yang berbeda-beda.



  3. Menilai bobot kriteria yang ada pada hirarki tersebut dengan cara membentuk matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan konstribusi yang relatif. Perbandingan dilakukan berdasarkna pilihan dari pembuat keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan dengan elemen lainnya. Matriks yang digunakan bersifat sederhana dan berguna untuk mendapatkan informasi lain yang mungkin dibutuhkan dengan semua perbandingan yang mampu menganalisis prioritas secara keseluruhan untuk perubahan pertimbangan.
  4. Mendefinisikan perbandingan berpasangan dengan menentukan prioritas. Setelah hirarki dibuat, setelah elemen yang terdapat dalam hirarki harus diketahui bobot relatifnya satu sama lain. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kepentingan pada pihak-pihak yang mengalami permasalahan terhadap kriteria dan struktur hirarki atau sistem secara keseluruhan. Langkah pertama dilakukan menentukan prioritas kriteria adalah menyusun perbandingan berpasangan, yaitu membandingkan dalam bentuk berpasangan seluruh kriteria untuk setiap sub sistem hirarki.

 

 

 

 

Pembahasan lainnya : 

  1. Aksioma AHP
  2. Prosedur AHP
  3. Prinsip Kerja Metode AHP
  4. Pengertian AHP Menurut Para Ahli
  5. Prinsip Analytical Hierarchy Process
  6. Kriteria Sistem Pendukung Keputusan
  7. Kelebihan Sistem Pendukung Keputusan
  8. Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan
  9. Tahapan-Tahapan Implementasi AHP Menurut Ahli
  10. Kelebihan dan Kekurangan Analytical Hierarchy Process

 

 

 






 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Sistem Informasi