Prinsip Kerja Metode AHP

Prinsip Kerja Metode AHP

Pada dasarnya Analytical Hierarchy Process (AHP) Memiliki prinsip kerja yaitu penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, strategik, dan dinamik menjadi sebuah bagian-bagian yang tertata dalam suatu hierarki menurut Marimin, Maghfirah Nurul (2010:53). Pengambilan keputusan dalam metodologi AHP berdasarkan 4 prinsip yaitu :



Prinsip Kerja Metode AHP – Prinsip Dasar AHP

  1. Decomposition

    Setelah persoalan didefinisikan, tahapan yang perlu dilakukan adalah decomposition yaitu memecahkan persoalan-persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Ada dua jenis hirarki yaitu lengkap dan tidak lengkap. Disebut hirarki lengkap jika semua elemen-elemen ada pada tingkat berikutnya, jika tidak demikian, hirarki yang terbentuk dinamakan hirarki tidak lengkap.

  2. Comparativ Judgement

    Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan kriteria diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena sangat berpengaruh dalam menentukan prioritas dari elemen-elemen yang ada sebagai dasar pengambilan keputusan. Hasil dari penelitian ini disajikan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks perbandingan berpasangan (pairwise comparison).



  3. Synthesis of priority

    Dari setiap matriks pairwise comparison (perbandingan berpasangan) kemudian dicari eigenvector dari setiap matriks perbandingan berpasangan untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesis diantara local priority. Prosedur melakukan sintesis berbeda menurut hirarki. Pengurutan elemen-elemen menurut kepentingan relatif melalui prosedur sintesis dinamakan priority setting. Global priority adalah prioritas/bobot subkriteria maupun alternatif terhadap tujuan hirarki secara keseluruhan/level tertinggi dalam hirarki. Cara mendapatkan global priority ini dengan cara mengalikan local priority subkriteria maupun alternatif dengan prioritas dari kriteria level diatasnya.

  4. Logical Consistency

    Konsistensi memiliki dua makna. Pertama adalah objek-objek yang serupa dapat dikelompokan sesusai dengan keseragaman dan relevansi. Kedua adalah menyangkut tingkat hubungan antara objek-objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.



Dalam hal menggunakan keempat prinsip tersebut, AHP menyatukan dua aspek pengambilan keputusan, yaitu :

  1. Secara kualitatif AHP mendefinisikan permasalahan dan penilaian untuk mendapatkan solusi permasalahan.
  2. Secara kuantatif AHP melakukan perbandingan secara numerik dan penilaian untuk mendapatkan solusi permasalahan.

 

 

 

 

Pembahasan lainnya : 

  1. Aksioma AHP
  2. Prosedur AHP
  3. Pengertian AHP Menurut Para Ahli
  4. Prinsip Analytical Hierarchy Process
  5. Kriteria Sistem Pendukung Keputusan
  6. Kelebihan Sistem Pendukung Keputusan
  7. Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan
  8. Tahapan-Tahapan Implementasi AHP Menurut Ahli
  9. Kelebihan dan Kekurangan Analytical Hierarchy Process
  10. Tahapan-Tahapan dalam Pengambilan Keputusan dengan AHP

 

 

 






 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Sistem Informasi