Tahapan-Tahapan Implementasi AHP Menurut Ahli

Tahapan-Tahapan Implementasi AHP Menurut Ahli

Menurut Syukron (2014:257) tahapan-tahapan dalam implementasi AHP untuk dapat membuat suatu keputusan dalam pemilihan strategi bisnis atau pada suatu kasus produksi adalah sebagai berikut :



Tahapan-Tahapan Implementasi AHP

  1. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan.
  2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum dilanjutkan dengan sub-sub tujuan, kriteria, dan kemungkinan alternatif-alternatif pada tingkat kriteria yang bawah.
  3. Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan konstribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria yang setingkat biasanya perbandingan dilakukan berdasarkan judgement dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya.
  4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh judgement seluruhnya sebanyak n x [(n-1)/2] buah. Dengan n adalah banyaknya jumlah elemen yang diperbandingkan.



  5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi. 6. Mengulangi langkah 3,4, dan
  6. untuk seluruh tingkat hirarki.
  7. Menghitung eigen vector untuk setiap matrik perbandingan berpasangan. Nilai eigen vector merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensintesiskan judgement dalam menentukan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan.
  8. Memeriksa inkonsistensi hirarki. Jika nilainya > 10% maka penilaian data judgement harus diperbaiki.

Penelitian yang dilakukan oleh Asamoah dkk. (2012) menggunakan pendekatan AHP untuk evaluasi dan seleksi pemasok bahan baku API dan excipients pada perusahaan manufaktur farmasi di Ghana. Kriteria pemilihan pemasok yang digunakan yaitu quality, reliability/capacity, dan cost. Hasil analisis menggunakan AHP menunjukkan kriteria quality menjadi prioritas utama dengan bobot 0,6334, kemudian diikuti dengan kriteria reliability/ capacity 0,2605, dan kriteria cost dengan bobot 0,1061. Pemasok bahan baku API yang dipilih yaitu S&D karena memiliki bobot tertinggi yaitu sebesar 0,481, sedangkan untuk pemasok bahan baku excipients yang terpilih yaitu Hellmuth Carroux dengan bobot tertinggi yaitu 0,4132 yang kemudian diikuti oleh Thosco dengan bobot 0,2771, Clonoose 0,2038, dan Lavina 0,0971. Berdasarkan temuan penelitian, AHP mempermudah dalam mengevaluasi, meranking, dan memilih pemasok yang tepat.



Penelitian yang dilakukan oleh Ngatawi dan Setyaningsih (2011) pendekatan AHP digunakan untuk menganalisis pemilihan pemasok pada PT. XXX yang bergerak dalam bidang industri furniture. Dalam melakukan pemilihan pemasok, kriteria pengiriman menjadi prioritas utama dengan bobot 0,469, kriteria pelayanan memiliki bobot sebesar 0,172, kriteria produk memiliki bobot 0,164, kriteria kualitas memiliki bobot 0,110, dan kriteria biaya memiliki bobot sebesar 0,085. Berdasarkan pengolahan data dan analisis data menggunakan perhitungan AHP, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menetapkan pemasok A sebagai pemasok terbaik. Hal tersebut diketahui dengan adanya nilai akhir tertinggi yaitu sebesar 0,240.

 

 

Pembahasan lainnya : 

 

 

 






 

 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Sistem Informasi