Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi

Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi

Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi. Dalam suatu pergerakan untuk beraktivitas seperti bekerja, sekolah, dan berbelanja berkaitan erat dengan permasalah transportasi karena hubungan tempat dan asal tujuan adalah hal utama dalam masalah transportasi terutama di daerah perkotaan. Transportasi di daerah perkotaan dipengaruhi oleh tata letak pusat kegiatan perkotaan. Prekuensi perjalanan, tujuan perjalaan, dan moda perjalanan adalah tiga hal yang membentuk pola perjalan.

Tamin (2000) menyatakan bahwa, faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan moda ini dapat dikelompokan menjadi empat bagian, yaitu :

Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Moda Transportasi

  1. Karakteristik Pengguna Jalan (Sosial Ekonomi) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ketersediaan atau kepemilikan kendaraan pribadi, kepemilikan surat izin mengemudi (SIM), struktur rumah tangga, pendapatan dan faktor pendukung lainnya.
  2. Karakteristik pergerakan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Tujuan pergerakan, waktu terjadinya pergerakan, dan jarak perjalanan.
  3. Karakteristik Fasilitas moda Transportasi dipengaruhi oleh Faktor Kuantitatif terdiri dari : Waktu perjalanan, waktu menunggu ditempat pemberhentian bus, waktu berjalan kaki ke tempat pemberhentian bus, waktu selama bergerak dan lain-lain. Biaya transportasi, tarif, biaya bahan bakar, dan lain-lain. Ketersediaan ruang dan tarif parkir dan faktor kualitatif terdiri dari : kenyamanan dan keamanan, keandalan dan keteraturan, dan lain-lain.
  4. Karakteristik kota atau zona pemilihan moda juga mempertimbangkan pergerakan yang Pelayanan lebih dari satu moda dalam perjalanan. Jenis pergerakan inilah yang sangat umum dijumpai di Indonesia, sekalipun dapat d\terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dalam hal ini terjadi kombinasi antara beberapa moda untuk mencapai dari ke suatu titik asal ataupun tujuan seperti gabungan antara angkutan untuk menuju tujuan yang akan dicapai.



Pada tahun 2008 Tamin menyatakan, pemilihan moda/angkutan merupakan model terpenting dalam perencanaan transportasi. Hal ini karena peran kunci dari transportasi publik dalam berbagai kebijakan transportasi. Masalah pemilihan moda dapat dikatakan sebagai tahap terpenting dalam perencanaan dan kebijakan transportasi. Sedangkan menurut Jotin dan Lall (2005), moda perjalanan yang dipilih juga tergantung pada beberapa faktor seperti tujuan perjalanan, jarak tempuh perjalanan, dan penghasilan pelaku perjalanan yang kemudian dipertimbangkan pula faktor-faktor turunan yang lainnya dari ketiga faktor yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain faktor biaya perjalanan dan waktu perjalanan.

Selain itu, pemilihan moda juga mempertimbangkan pergerakan yang Pelayanan lebih dari satu moda dalam perjalanan. Jenis pergerakan inilah yang sangat umum dijumpai di Indonesia, sekalipun dapat d\terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Dalam hal ini terjadi kombinasi antara beberapa moda untuk mencapai dari ke suatu titik asal ataupun tujuan seperti gabungan antara angkutan untuk menuju tujuan yang akan dicapai. Pemilihan Moda Transportasi terbagi atas pemilihan moda transportasi pribadi dan moda transportasi umum. Atau untuk lebih jelasnya penjelasan mengenai pemilihan moda transportasi dapat dilihat dibawah ini :

  1. Moda Angkutan Pribadi
    Angkutan pribadi adalah angkutan yang Pelayanan kendaraan pribadi, seperti mobil pribadi, sepeda motor, sepeda, tetapi bisa juga Pelayanan bus yang biasanya digunakan untuk keperluan pribadi. Angkutan pribadi merupakan lawan kata angkutan umum. Transportasi dengan Pelayanan kendaraan pribadi biasanya lebih mahal dari transportasi Pelayanan angkutan umum karena alasan efisiensi angkutan umum yang lebih baik.
  2. Moda Angkutan Umum
    Menurut Warpani (1990) menyatakan bahwa Angkutan Umum Penumpang adalah angkutan penumpang yang Pelayanan kendaraan umum yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Termasuk dalam pengertian angkutan umum penumpang adalah angkutan kota (bus, minibus, dsb), kereta api, angkutan air, dan angkutan udara. Angkutan Umum Penumpang bersifat massal sehingga biaya angkut dapat dibebankan kepada lebih banyak orang atau penumpang yang menyebabkan biaya per penumpang dapat ditekan serendah mungkin.
    Karena merupakan angkutan massal, perlu ada kesamaan diantara para penumpang, antara lain kesamaan asal dan tujuan. Kesamaan ini dicapai dengan cara pengumpulan di terminal dan atau tempat perhentian. Kesamaan tujuan tidak selalu berarti kesamaan maksud. Angkutan umum massal atau masstransit memiliki trayek dan jadwal keberangkatan yang tetap. Pelayanan angkutan umum penumpang akan berjalan dengan baik apabila tercipta keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan. Oleh karena itu, Pemerintah perlu turut campur tangan dalam hal ini. (Warpani, 1990) .

 

 

Baca juga Perkembangan perkeretaapian di Indonesia




 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Transportasi