Kualitas Pelayanan Angkutan Umum

Kualitas Pelayanan Angkutan Umum

Dalam melakukan suatu perjalanan dalam melakukan seuatu, tentunya dipengaruhi oleh pemilihan moda angkutan umum yang akan digunakan dalam melakukan pergerakan. Pilihan moda perjalanan dalam suatu wilayah perkotaan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kecepatan, panjang perjalanan, kenyamanan, kemudahan biaya, ketersediaan moda, ukuran kota, usia pelaku perjalanan serta status ekonomi pelaku perjalanan. Pelayanan menurut Johanes Supranto (2006) merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan daripada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisifasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut.

Ukuran Pelayanan Angkutan Umum yang Baik

  1. Warpani (1990) berpendapat bahwa memberikan ukuran pelayanan yang baik adalah bila pelayanan angkutan tersebut memenuhi kriteria aman, nyaman, cepat, dan murah. Mengenai batasan Angkutan, Warpani (1990) mendefinisikannya sebagai sarana untuk membantu orang atau sekelompok orang menjangkau berbagai tempat uang dikehendaki atau mengirim barang dari tempat asal ke tempat tujuannya, sedangkan batasan terntang ruang lingkup angkutan penumpang meliputi bus kota, minibus, kerta api, angkutan air, dan angkutan udara (Asikin, 2001: 9).
  2. Menurut Warpani (2002: 41) paksawan sangat mengandalkan fungsi dari angkutan umum (AU) ini oleh karena itu paksawan sangat membutuhkan suatu angkutan yang aman, cepat, nyaman, dan murah. Dengan adanya angkutan umum yang diharapkan, masyarakat akan sangat terbantu dengan mobilitas mereka masing-masing.

Angkutan umum penumpang akan sangat membantu jika angkutan tersebut dapat menyediakan layanan angkutan pada tempat yang tepat untuk memenuhi permintaan masyarakat yang sangat beragam. Di sini ada unsur komersial yang harus diperhatikan. Pengetahuan biaya, kecepatan, dan ketetapan prakiraan, pengetahuan akan β€œpasar” dan pemasaran akan sangat membantu dalam menawarkan pilihan pelayanan misalnya, seseorang dapat memilih suatu moda transportasi dengan harga yang lebih tinggi dari semestinya pada jam sibuk, tentu saja dengan adanya kepastian dan jaminan cepat sampai pada tempat tujuan. Dengan demikian, ada tawaran pilihan moda atau pancaran moda (moda split) angkutan sehingga prioritas khusus untuk perjalanan yang akan ditempuh. Teknik pengoperasian angkutan umum dan praktek komersial sangat bervariasi tergantung pada moda angkutan dan lingkungan. Meskipun demikian pendekatan tentang hal ini tetap sama yakni operator harus memahami pola kebutuhan dan harus mampu menggerakan kesediaan armada untuk memenuhi kebutuhan secara ekonomis. Jadi, dalam hal ini dapat dikenali adanya unsur-unsur :

  1. Sarana operasi atau moda angkutan dengan kapasitas tertentu yaitu bus, kereta api, kapal, dan pesawat terbang.
  2. Biaya operasional, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk menggerakkan operasi pelayanan sesuai dengan sifat teknis moda yang bersangkutan.
  3. Prasarana, yakni jalan, terminal, stasiun, dan lain sebagainya merupakan simpul jasa pelayanan angkutan.
  4. . Staf atau sumber daya manusia yang mengoperasiikan pelayanan angkutan umum.



Kualitas Pelayanan Angkutan Umum

Tingkat pelayanan yang ditawarkan oleh moda transportasi merupakan suatu faktor dalam pemilihan moda. Ukuran pelayanan yang baik dalam pelayanan angkutan umum terdiri atas :

  1. Kenyamanan
    Tingkat Kenyamanan dalam pelayanan angkutan umum, tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya :

    • Tempat duduk, kondisi tempat duduk sangat berpengaruh dengan kenyamanan. Kenyamanan duduk dikatakan baik apabila jumlah kapasitas tempat duduk sesuai dengan jumlah orang yang duduk dan sebaliknya kenyamanan dikatakan buruk apabila jumlah tempat duduk harus menampung penumpang lebih dari kapasitas angkutannya.
    • Sirkulasi udara, dikatakan baik apabila adanya perputaran udara dalam kendaraan sehingga udara dalam kendaraan tidak pengap.
    • Perilaku awak kendaraan dalam menngoperasikan kendaraan dan melayani penumpang.
    • Umur kendaraan yang lebih baru umumnya lebih baik dari kendaraan yang lebih tua.
    • Kebersihan kendaraan, dengan kondisi kendaraan yang bersih pengguna angkutan akan merasakan kenyamanan sepanjang perjalanan.
  2. Ketersediaan atau Kemudahan
    • Ketersediaan Lokasional, artinya tersedianya angkutan umum di seluruh wilayah pelayanan sehingga aksesibilitas penumpang angkutan umum merata.
    • Ketersediaan temporal, yaitu kemudahan dalam mendapatkan angkutan umum pada saat dibutuhkan. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh frekuensi, trip dan waktu tunggu masing – masing perilaku perjalanan.
  3. Sedangkan menurut Lewis & Booms (1983) dalam Tjiptono (2011) mendefinisikan kualitas jasa sebagai ukuran seberapa bagus tingkat pelayanan yang diberikan dalam penyediaan angkutan umum mampu sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

 

 

Baca juga Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi




 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Transportasi