Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning

Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning

Selain dipandang memiliki kelebihan, model ini masih dinilai memiliki kelemahan-kelemahan atau kekurangan. Dalam model Project Based Learning terdapat kelemahan atau kekurangan yang bisa menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Pada hasil analisis dari beberapa jurnal terdahulu, ditemukan informasi mengenai kelemahan model Project Based Learning (PjBL).

Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning

  1. Teori pertama dikemukakan oleh Gunawan, Stefanus dan Agustina (2018) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu:
    • Memberikan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan pengerjaan proyek;
    • Banyaknya peralatan yang harus diguanakan/disediakan dalam penyelesaian sebuah proyek;
    • Membutuhkan/memerlukan pengeluaran biaya yang cukup banyak;
    • Bagi peserta didik yang memiliki kelemahan/kekurangan terhadap pemahaman materi dan pengumpulan informasi serta percobaan yang dikerjakan, maka akan mengalami kesulitan dalam pembelajaran tersebut.
  2. Teori kedua dikemukakan oleh Faizah (2015) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu memerlukan banyak waktu untuk penyelesaian masalah dan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan produk.
  3. Teori ketiga dikemukakan oleh Fikriyah, Indrawati dan Agus (2015) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu
    • Penerapan project based learning membutuhkan banyak waktudalam menyelesaikan masalah, sedangkan pembelajaran hanya berlangsung 45 menit saja, akibatnya pembelajaran serba cepat dan singkat;
    • Beberapa siswa mengalami kesulitan selama proses pembelajaran akibat memiliki kelemahan dalam memahami percobaan dan mengumpulkan informasi;
    • Siswa sudah terbiasa dengan model yang diterapkan di sekolah.
  4. Teori keempat dikemukakan oleh Nurfitriyanti (2016) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu:
    • Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk;
    • Membutuhkan biaya yang cukup untuk menunjang kebutuhan alat dan bahan dalam menghasilkan produk;
    • Membutuhkan guru yang memahami model atau yang mau belajar menggunakan model Project Based Learning (PjBL);
    • Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai;
    • Tidak sesuai dengan siswa yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan sertaketerampilan yang dibutuhkan;
    • Kesulitan melibatkan semua siswa dalam kerja kelompok.
  5. Teori kelima dikemukakan oleh Titu (2015) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu:
    • Kebanyakan permasalahan โ€œdunia nyataโ€ yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan, untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah;
    • Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah;
    • Membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk menghasilkan produk;
    • Banyak guru yang merasa nyaman dengan metode konvensional;
    • Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
  6. Teori keenam dikemukakan oleh Liawati, Sri dan Dwi (2017) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu:
    • Diperlukan perencanaan yang matang dan alokasi waktuyang lama terutama dalam penyusunan perencanaan proyek yang dilakukan;
    • Diperlukanasisten laboran untuk memonitoring siswa dalam pelaksanaan praktikum.
  7. Teori ketujuh dikemukakan oleh Aini, Albertus dan Sri (2018) yang menyatakan kelemahan model Project Based Learning (PjBL) yaitu:
    • Membutuhkan biaya yang cukup banyak;
    • Memerlukan persiapan yang matang dalam merencanakan proses pembelajaran supaya siswa lebih tertarikuntuk mengikuti pembelajaran;
    • Guru perlu memperhatikan pembagian alokasi waktu. Alokasi waktu yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kesulitan proyek yang dikerjakan siswa.
  8. Teori kedelapan dikemukakan oleh Delianti, Yeka dan Rizkayeni (2018) yang menyatakan kelemahan model ProjectBased Learning (PjBL) yaitu:
    • Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk;
    • Memerlukan biaya yang cukup banyak untuk menunjang kebutuhan pembuatan produk sebagai hasil kerja proyek;
    • Banyak peralatan yang harus disediakan.

 

Kesimpulan Kelemahan Model Pembelajaran Project Based Learning

Dapat disimpulkan bahwa kelemahan model model Project Based Learning (PjBL) yaitu:

  1. Memerlukan banyak waktu untuk penyelesaian masalah dan membutuhkan biaya yang cukupbanyak untuk menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan produk;
  2. Beberapa siswa mengalami kesulitan selama proses pembelajaran akibat memiliki kelemahan dalam memahami percobaan dan mengumpulkan informasi;
  3. Siswa sudah terbiasa dengan model yang diterapkan di sekolah;
  4. Membutuhkan guru yang terampil dan memahami model pembelajaran.

 




 

Lihat juga Kelebihan Model Pembelajaran Project Based Learning

 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Pendidikan