Tujuan Supply Chain Management

Tujuan Supply Chain Management

Aplikasi manajemen rantai pasokan pada dasarnya memiliki tiga tujuan utama, yaitu penurunan biaya (cost reduction), penurunan modal (capital reduction) dan perbaikan pelayanan (service improvement) (Afif, 2015). Berdasarkan definisi Supply Chain Management, mempunyai tujuan Supply Chain Management menyangkut pertimbangan mengenai lokasi di setiap fasilitas yang memiliki dampak terhadap aktifitas dan biaya dalam rangka memproduksi produk yang diinginkan pelanggan dari supplier dari pabrik hingga disimpan digudang dan pendistribusiannya ke sentra penjualan. Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem dari transportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan barang jadi (Nugrahanti, 2014). Selain itu, tujuan Supply Chain Mangement dapat diuraikan sebagai berikut (Paoki, 2016):

  1. Penyerahan atau pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen.
  2. Mengurangi biaya.
  3. Meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan).
  4. Mengurangi waktu.
  5. Memuaskan kegiatan perencanaan dan distribusi




Secara umum penerapan konsep Supply Chain Management (SCM) dalam perusahaan akan memberikan manfaat sebagai berikut (Widyarto, 2012):

  1. Kepuasan pelanggan. Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan. Konsumen atau pengguna yang dimaksud dalam konteks ini tentunya konsumen dalam jangka waktu yang panjang. Untuk menjadikan konsumen bertahan dalam jangka waktu yang lama, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.
  2. Meningkatkan pendapatan. Semakin banyak konsumen dan menjadi mitra perusahaan berarti akan meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan „terbuang‟ percuma, karena diminati konsumen.
  3. Menurunnya biaya. Pengintegrasian aliran produk dari perusahan kepada konsumen dapat mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi.
  4. Pemanfaatan aset semakin tinggi. Aset terutama faktor manusia akan semakin terlatih dan terampil baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Tenaga manusia akan mampu memberdayakan penggunaan teknologi tinggi sebagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan Supply Chain Management (SCM).
  5. Peningkatan laba. Dengan semakin meningkatnya jumlah konsumen, maka akan meningkatkan laba perusahaan.

Kelima manfaat yang sudah dijelaskan di atas merupakan manfaat tidak langsung dari penerapan Supply Chain Management (SCM). Secara umum, manfaat langsung dari penerapan Supply Chain Management (SCM) bagi perusahaan adalah sebagai berikut (Widyarto, 2012):

  1. 1. Supply Chain Management (SCM) secara fisik dapat mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan mengantarkannya kepada konsumen akhir. Manfaat ini menekankan pada fungsi produksi dan operasi dalam sebuah perusahaan. Dalam fungsi ini dilakukan penggunaan dari seluruh sumber daya yang dimiliki dalam sebuah proses transformasi yang terkendali, untuk memberikan nilai pada produk yang dihasilkan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan dan mendistribusikannya kepada konsumen yang diinginkan.
  2. Supply Chain Management (SCM) berfungsi sebagai mediasi pasar, yaitu memastikan apa yang dipasok oleh rantai suplai mencerminkan aspirasi pelanggan atau konsumen akhir. Dalam hal ini fungsi pemasaran yang akan berperan. Melalui pelaksanaan Supply Chain Management (SCM), pemasaran dapat mengidentifikasi produk dengan karakteristik yang diminati konsumen. Selanjutnya fungsi ini harus mampu mengidentifikasi seluruh atribut produk yang diharapkan konsumen tersebut dan mengkomunikasikan kepada perancang produk. Apabila seleksi rancangan produk sudah dilakukan dan dilakukan pengujian maka produk dapat diproduksi.

 



 

Lihat juga web berikut:

 

by Maket Creator

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Manajemen Logistik