Nilai Nilai Instrumental Ekonomi Islam

Nilai Nilai Instrumental Ekonomi Islam

Terdapat lima nilai instrumental yang sangat mempengaruhi tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan ekonomi umumnya, sebagai berikut :



Nilai Nilai Instrumental Ekonomi Islam

    • Zakat
      Zakat merupakan kewajiban financial dari kekayaan menurut ketentuan Islam, yang didistribusikan kepada delap kelompok sasaran. Zakat memainkan peranan penting dan signifikan dalam distribusi pendapatan dan kekayaan, dan berpengaruh besar pada konsumsi umat.56 Pengaruh dari zakat pada aspek sosial ekonomi merupakan dampak terciptanya keamanan masyarakat dan menghilangkan pertantangan kelas yang diakibatkan oleh ketajaman perbedaan pendapatan. Pelaksanaan zakat oleh Negara menunjang terbentuknya keadaan ekonomi, yakni peningkatan produktifitas yang dibarengi dengan pemerataan pendapatan serta peningkatan lapangan kerja bagi maysrakat serta dapat menciptakan redistribusi yeng merata, disamping dapat pula membantu mengekang laju inflasi serta terciptanya keseimbangan tata ekonomi yang diinginkan.
    • Riba
      Pelarangan riba dalam Islam pada hakikatnya berarti penolakan terhadap resiko financial tambahan yang ditetapkan dalam transaksi uang atau modal maupun jual beli yang dibebankan kepada satu pihak saja sedangkan pihak lain dijamin keuntungannya. Bunga pinjaman uang, modal dan barang dalam segala bentuk dan macamnya, baik untuk tujuan produktif atau konsumtif dengan tingkat bunga tinggi atau rendah, dan dalam jangka waktu anjang maupun pendek, adalah termasuk riba.
    • Kerjasama ekonomi
      Kerja sama (Coorperative) merupakan karakter dalam masyarakat Ekonomi Islam versus kompetisi bebas dari masyarakat kapitalis dan kediktatoran ekonomi marxisme. 59 Doktrin kerjasama dalam Ekonomi Islam dapat menciptakan kerja produktif sehari-hari dari masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan mencegah kesengsaraan sosial, mencegah penindasan ekonomi dan distribusi kekayaan yang tidak merata, dan melindungi kepentingan ekonomi lemah.



  • Jaminan sosial
    Komponen-komponen nilai instrumental jaminan atau pengeluaran sosial islami ialah sebagai berikut :

    1. Keuntungan dan beban adalah sebanding dengan manfaat. Tidak ada kewajiban yang dibebankan tanpa diimbangi dengan pemberian hak yang sehubungan dengan kewajiban orang tersebut.
    2. Tidak ada saling membebankan kerusakan atau biaya-biaya eksternal.
    3. Manfaat dari sumber-sumber harus dinikmati oleh semua makhluk.
    4. Pemerintah harus menyediakan uang untuk menjamin kesejahteraan sosial dan pertumbuhan ekonomi.
    5. Pengeluaran adalah hak yang sah dari orang miskin dan malang.
    6. Kesearahan arus pengeluatan sosial dari pihak yang kaya kepada pihak yang miskin.
    7. Kesanggupan membayar sesuai kemampuan untuk tujuantujuan yang bermanfaat.
    8. Prioritas untuk memnuhi tujuan yang bermanfaat dan penting bagi masyarakat.
    9. Surplus pendapatan dan kekayaan sebagai dasar perhitungan tagihan untuk bertujuan bermanfaat dan pengeluaran pribadi.
    10. Makin besar surplus makin tinggi angka pertambahan marginal dari pengeluaran sosial.
    11. Mengeluarkan tenaga dan modal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah alasan hidup seorang muslim.
    12. Mengorbankan jiwa dan tenaga untuk tujuan sosial sebagai pengganti pengorbanan uang.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa ilai instrumental jaminan sosial dapat membuat manusia dekat kepada Allah dan Karunia-Nya, dan dapat membuat mereka bersih dan berkembang, menghilangkan sifat tamak, sifat mementingkan Seperti yang disebutkan diatas bahwa ilai instrumental jaminan sosial dapat membuat manusia dekat kepada Allah dan Karunia-Nya, dan dapat membuat mereka bersih dan berkembang, menghilangkan sifat tamak, sifat mementingkan.

 

 




 



 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Uncategorized