Macam Macam Diskon dan Contohnya

Macam Macam Diskon dan Contohnya

Menurut Tjiptono (2014:166) discount merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Menurut Kotler dan Keller (2016:93) discount adalah harga resmi yang diberikan perusahaan kepada konsumen yang bersifat lunak demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Potongan Harga (diskon) adalah pengurangan harga produk dari harga normal dalam periode tertentu. Potongan harga umumnya digunakan untuk mendorong penggunaan produk baru, untuk membujuk pengguna lama agar membeli lebih banyak, atau untuk meyakinkan pengguna untuk mencoba produk yang telah lama ada.



Macam Macam Diskon dan Contohnya

  1. Diskon tunai (cash discount)

    Merupakan pengurangan harga untuk membeli yang segera membayar tagihanya. Contoh yang umum adalah, “2/10, net 30” yang berarti bahwa pembayaran akan jatuh tempo dalam 30 hari, tetapi pembelian dapat mengurangi 2% jika pembayaran tagihan dalam 10 hari. Diskon tersebut harus diberikan untuk semua pembeli yang memenuhi persyaratan tersebut. Diskon seperti itu biasa digunakan dalam banyak industri dan bertujuan meningkatkan likuiditas penjual dan mengurangi biaya penagihan dan biaya hilang tak terhingga.

  2. Diskon kuantitas (quantity discount)

    Merupakan pengurangan harga bagi pembeli yang membeli dalam jumlah besar. Contohnya adalah, “$10 perunit untuk kurang dari 100 unit; $9 per unit atau lebih.” Menurut undang-undang diamerika serikat, diskon kuantitas harus ditawarkan sama untuk semua pelanggan dan tidak boleh melebihi penghematan biaya yang diperoleh penjualan karna penjualan dalam jumlah besar. Penghematan ini meliputi pengurangan biaya penjualan, persediaan dan pengangkutan. Diskon ini dapat diberikan atas dasar tidak komulatif (berdasarkan tiap pesanan yang dilakukan) atau atas dasar komulatif (berdasarkan atas jumlah unit yang dipesan untuk suatu periode). Diskon memberikan insentif bagi pelanggan untuk membeli lebih banyak dari seorang penjual dan tidak membeli dari banyak sumber.




  3. Diskon fungsional (functional discount), juga disebut diskon perdagangan (trade discount).

    Ditawarkan oleh produsen pada para anggota saluran perdagangan jika mereka melakukan fungsi-fungsi tertentu, seperti menjual, menyimpan, dan melakukan pencatatan. Produsen boleh memberikan diskon fungsional yang berbeda bagi saluran perdagangan yang berbeda karena fungsi-fungsi mereka yang berbeda, tetapi produsen harus memberikan diskon dalam tiap saluran perdagangan.

  4. Diskon musiman (seasonal disount)

    Merupakan pengurangan harga untuk membeli yang membeli barang atau jasa diluar musimnya. Diskon musiman memungkinkan penjual mempertahankan produksi yang lebih stabil selama setahun. Produksi ini akan menawarkan diskon musiman untuk mengecer pada musim semi dan musim panas untuk mendorong dilakukannya pemesanan pada periode-periode yang lambat penjualannya.

  5. Potongan (allowamces)

    Merupakan pengurangan dari daftar harga. Misalnya, potongan tukar tambah (trade-in allowances) adalah pengurangan harga yang diberikan untuk menyerahkan barang lama ketika membeli yang baru. Potongan tukar tambah paling umum terjadi dalam industri mobil dan juga terdapat pada jenis barang tahan lama lain. Potongan promosi (promotional allowances) merupakan pengurangan pembayaran atau harga untuk memberi imbalan pada penyalur karena berperan serta dalam pengiklanan dan program pendukung penjualan.

 

 

 






 

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Manajemen Pemasaran