Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Distribusi & Pengiriman

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Distribusi & Pengiriman

Definisi Distribusi dan Pengiriman

Distribusi adalah pembagian pengiriman barang-barang kepada orang banyak atau ke beberapa tempat. Distribusi merupakan aktivitas pergerakan barang dan jasa dari pemasok hingga konsumen akhir melalui saluran distribusi. Keseluruhan kegiatan ini menghasilkan nilai tambah melalui pengiriman barang ke lokasi tempat konsumen berada, pada waktu konsumen membutuhkannya, utilisasi alat dan efisiensi biaya. Pihak yang berperan dalam proses distribusi adalah shipper (pengirim barang atau pemilik) dan carrier (pihak yang membawa barang) tersebut kepada konsumen.

Definisi pengiriman adalah kegiatan mendistribusikan produk barang dan jasa produsen kepada konsumen. Pengiriman merupakan kegiatan pemasaran untuk memudahkan proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen. Manfaat pengiriman yaitu memindahkan kepemilikan suatu barang atau jasa. Kegiatan pengiriman menciptakan arus saluran pemasaran atau arus saluran pengiriman. Lembaga Logistik Indonesia mengemukakan bahwa pengiriman produk adalah mempersiapkan pengiriman fisik barang dari gudang ke tempat tujuan yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman serta dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya. Sebelum melakukan pengiriman, aktivitas yang dilakukan setelah barang disiapkan adalah pengepakan (packing) dan pemilahan (sortation).

Berdasarkan definisi para ahli diatas dapat dinyatakan bahwa distribusi dan pengiriman adalah memindahkan barang dari produsen ke konsumen yang menghasilkan nilai tambah, pengiriman fisik barang disesuaikan dengan dokumen pemesanannya serta kondisi yang sesuai untuk menangani barangnya. Pengiriman barang harus memenuhi seluruh yang dipersyaratkan oleh pelanggan. Persyaratan barang dapat dikategorikan ke dalam spesifikasi barang, jumlah, cara pengemasan, pengangkutan, ketepatan waktu, dan kebenaran alamat pengiriman serta metode pengangkutan, termasuk saatbongkar muat barang. Sebelum dilakukan pengiriman, maka secara teliti dan tepat waktu seluruh barang yang sesuai dengan pesanan pelnggan sudah berada di area pengiriman barang.

Persiapan pengiriman meliputi pengecekan barang sesuai dengan pesanan (delivery order); pengemasan untuk perlindungan atau kemudahan dalam pemindahan dan memastikan apakah sudah cukup layak dan aman dalam perjalanan ke tempat tujuan. Selanjutnya membuat delivery order dan surat jalan yang dilengkapi dengan surat muat barang pada moda transportasi yang diperlukan.



 

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Distribusi dan Pengiriman

Kegiatan distribusi dan pengiriman secara tidak langsung sering dijumpai dalam kehidupan sehari–hari, dan umumnya pihak produsen baik itu organisasi atau perusahaan dapat melakukan sendiri kegiatan distribusi dan pengiriman ini, atau mengadakan outsource dengan mempertimbangkan keuntungan biaya, mutu, dan layanan. Pihak yang terlibat mengelola kegiatan distribusi dan pengiriman dalam konteks logistik dan supply chain perusahaan, dapat berupa :

  • First Party Logistics (1PL)
    Dalam First party logistics (1PL), perusahaan sebagai pemilik barang mengelola aktivitas logistik (transportasi dan pergudangan) sendiri. Perusahaan mengelurkan dana investasi untuk kendaraan dan gudang yang diperlukan dalam penyelenggaraan aktivitas logistiknya.
  • Second Party Logistics (2PL)
    Dalam penerapan second party logistics (2PL), perusahaan sebagai pemilik barang menyerahkan sebagian aktivitas logistiknya terutama transportasi ke transporter. Perusahaan mulai mengurangi investasi untuk kendaraan karena sebagian aktivitas transportasi sikelola oleh pihak transporter.
  • Third Party Logistics (3PL)
    Third party logistics (3PL) adalah pihak luar organisasi atau perusahaan yang melaksanakan satu atau lebih fungsi logistik dari suatu organisasi atau perusahaan. Perusahaan 3PL menyediakan jasa logistik berupa manajeman trasnportasi (domestik, international, asset dan non asset based) serta menyediakan value added warehousing, dan manajemen distribusi. Penyedia logistik pihak ketiga biasanya mengkhususkan diri pada layanan operasi, pergudangan dan transportasi terpadu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan berdasarkan kondisi pasar, seperti tuntutan dan persyaratan layanan pengiriman untuk produk dan material mereka. Penyedia logistik pihak ketiga mencakup perusahaan pengirim barang, perusahaan kurir, serta perusahaan lain yang mengintegrasikan dan menawarkan layanan logistik dan transportasi subkontrak. Berikut ini merupakan empat kategori penyedia jasa third party logistics 3PL :




    1. Penyedia Standar 3PL
      Kategori ini adalah bentuk paling dasar dari penyedia 3PL. Aktivitas yang dilakukan adalah pick and pack, pergudangan, dan distribusi (fungsi logistik paling mendasar).
    2. Pengembang Layanan
      Penyedia 3PL jenis ini akan menawarkan layanan bernilai tambah kepada pelanggan mereka seperti: pelacakan dan penelusuran, cross-docking, kemasan khusus, atau menyediakan sistem keamanan yang unik.
    3. Adaptor Pelanggan
      Penyedia 3PL jenis ini hadir atas permintaan pelanggan dan pada dasarnya mengambil alih kontrol penuh atas aktivitas logistik perusahaan.Penyedia 3PL meningkatkan logistik secara dramatis, namun tidak mengembangkan layanan baru.
    4. Pengembang Pelanggan
      Kategori ini adalah tingkat tertinggi yang dapat dicapai oleh penyedia 3PL sehubungan dengan proses dan aktivitasnya. Hal ini terjadi ketika penyedia 3PL menyatukan dirinya dengan pelanggan dan mengambil alih seluruh fungsi logistik mereka. Penyedia ini hanya memiliki sedikit pelanggan, namun akan melakukan tugas yang ekstensif dan terperinci untuk mereka.
  • Fourth Party Logistics (4PL)
    Forth party logistics (4PL) adalah penyedia jasa logistik yang bertindak sebagai integrator yang mengelola hampir semua aktivitas logistik pelanggan dengan memberikan solusi secara end to end. Penyedia logistik pihak keempat tidak memiliki aset transportasi sendiri atau kapasitas gudang. Mereka memiliki fungsi alokasi dan integrasi dalam rantai pasokan dengan tujuan meningkatkan efisiensinya. Dalam memberikan layanan logistik ini, perusahaan 4PL bekerjasama dengan perusahaan 3PL serta mengelola beberapa perusahaan 3PL sehingga perusahaan 4PL sering dikenal dengan LLP (lead logistics provider).
  • Fifth party logistics (5PL)
    Fifth party logistics (5PL) adalah penyedia jasa non asset yang menjalankan peran sebagai aggregator. Perusahaan memberikan solusi logistik pelanggan berbasis on demand. Penyedia jasa ini menawarkan konsultasi berorientasi sistem dan layanan manajemen rantai pasokan kepada pelanggan mereka. Selain itu, perusahaan ini melakukan konsolidator permintaan agregat volume dari beberapa perusahaan 3PL untuk memperoleh tarif yang paling murah. Kemajuan teknologi dan peningkatan visibilitas rantai pasokan dan komunikasi antar perusahaan yang meningkat telah melahirkan model logistik pihak kelima.

 

 



Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Kegiatan Distribusi Pengiriman

 

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Manajemen Logistik