Pengertian Cargo Handling

Pengertian Cargo Handling

Pengertian Cargo Handling adalah suatu kegiatan pelayanan terhadap muatan keluar dan masuk yang melalui pelabuhan maupun melalui bandar udara, meliputi bongkar/muat atau loading unloading, pemindahan dari sisi lambung kapal ketempat penimbunan / penyimpanannya, menyususn dan menyimpan barang tersebut serta menyerahkan kepada pemiliknya, atau sebaliknya menerima dari si pemilik, disusun didalam tempat penyimpanan, dipindahkan dari tempat penyimpanan ke sisi kapal dan memuat dan menyusun didalam ruangan muatan kapal, dengan pengertian bahwa melaksanakan semua kegiatan itu dengan pengetahuan serta keahlian.

Cargo handling dapat berjalan dengan baik apabila sistem dan prosedurnya dan sarana prasarana yang dimiliki gudang dan pergudangan dimasing – masing stasiun mencukupi dan pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur yang ada. Sedangkan peralatan cargo handling ialah suatu sistem yang terdiri dari perlengkapan-perlengkapan atau mesin-mesin yang digunakan secara khusus untuk membantu mempercepat, mempermudah, dan menjaga muatan kapal pada saat muatan tersebut akan diangkut kedalam kapal ataupun dikeluarkan/dibongkar saat kapal mencapai dermaga tujuannya

Cargo Handling Prosedur

  • Sistem
    Setiap gudangUntuk pembuatan bukti timbang barang / BTB digunakan program yang di-install dalam computer. Manifest cargo dibuat dengan mengisi form yang telah tersedia.
  • Prosedur
    Setiap gudang mempunyai acuan kerja yaitu Standard Operation Procedure ( SOP) berupa tindakan yang harus dilaksanakan petugas gudang agar perkerjaan operasional dapat berjalan dengan lancar. Tata aturan syarat dan tata cara penerimaan, menyusu barang kiriman ke pallet dan kontainer serta menarik dan memuat barang.
  • Sarana dan Prasarana di Gudang
    Sarana dan prasarana gudang yang ada digudang antara lain Timbangan, Computer, Printer, Ruang Kantor, telepon, mesin, fasilitas yang bergerak maupun tidak bergerak, Pihak – pihak yang terkait dalam pengiriman cargo.



Beberapa pertimbangan umum yang ada pada saat penentuan berapa besar kapasitas cargo handling pada kapal barang, antara lain adalah:

  • Besamya masing-masing ruang muat kapal.
  • Ukuran lubang palkah masing- masing ruang muat kapal.
  • Besamya beban maksirnum tiap-tiap geladak kapal untuk dilakukan penumpukkan barang.
  • Jenis pengepakan dari rnuatan yang akan dibawa oleh kapal.

Disarnping itu beberapa pertimbangan lain juga dipakai misalnya kecepatan bongkar rnuat dan daya angkat derrick yang cukup besar juga perlu diperhatikan karena dengan semakin pendeknya waktu bongkar/muat akan berpengaruh pada waktu berlabuh kapal di dermaga akan semakin kecil dan otomatis biaya tambat akan tereduksi pula. Namun dari beberapa pertimbangan tersebut terdapat dilema yang timbul yaitu dengan ditambahnya besar kapasitas cargo handling kapal dengan tujuan untuk memperkecil biaya-biaya tertentu maka berat cargo handling sendiri akan bertambah dan akan mengurangi DWT kapal sehingga keuntungan dari muatan tentu akan berkurang.

Dengan demikian perlu dilakukan suatu kajian atau analisis khusus mengenai penentuan besar kapasitas cargo handling kapal atau besar safe working load (SWL) yang tepat dari segi ekonomis dengan tidak menyampingkan segi teknisnya, yaitu dengan tujuan agar didapatkannya besar biaya pelayaran (voyage cost) yang minimum sehingga profit dapat ditingkatkan.

 



Peralatan Bongkar Muat di Kapal

Sebagai kapal niaga yang membawa muatan dari suatu tempat ke tempat lain. Kapal memerlukan peralatan yang dapat dipakai untuk membongkar maupun memuat barang-barang. Peralatan yang dipasang tersebut selalu diperhitungkan kapasitas angkatnya, sehubungan dengan j umlah muatan dan waktu san dar kapal. Hal ini disebabkan karena biaya sandar kapal di dermaga mahal, sehingga diperlukan kecepatan pemuatan maupun pembongkarannya.

Pemasangan peralatan bongkar muat selalu disesuaikan dengan tipe kapal yang memuat jenis barang-barang tertentu. Dengan demikian ada beberapa macam peralatan bongkar muat yang dapat disebutkan yaitu sebagai berikut :

  • Peralatan bongkar muat untuk kapal general cargo
  • Peralatan bongkar muat untuk kapal oil tanker
  • Peralatan bongkar muat untuk kapal bulk carrier
  • Peralatan bongkar muat untuk kapal coal carrier
  • Peralatan bongkar muat untuk kapal container
  • Peralatan bongkar muat untuk kapal log carrier

Peralatan bongkar muat pada kapal barang umum terdiri atas dua bagian yang berupa lengan pengangkat (derrick boom) dan tiang agung (mast). Antara kedua bagian alat tersebut akan saling menunjang satu dama lainnya, sehingga menjadi satu kesatuan perlengkapan yang kompak.

 




How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Manajemen Logistik