November 26, 2020

Fungsi dan Manfaat Manajemen Logistik

Manajemen logistik adalah suatu ilmu pengetahuan dan atau seni serta proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan material/alat-alat (subagya : 1994).
Martin (1988) mengartikan manajemen logistik sebagai proses yang secara strategik mengatur pengadaan bahan (procurement), perpindahan dan penyimpanan bahan, komponen dan penyimpanan barang jadi (dan informasi terkait) melalui organisasi dan jaringan pemasarannya dengan cara tertentu.

Fungsi Manajemen Logistik

  1. Fungsi Perencanaan
    Pengertian umum adalah proses untuk merumuskan sasaran dan menentukan langkahlangkah yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan secara khusus perencanan logistik adalah merencanakan kebutuhan logistik yang pelaksanaannya dilakukan oleh semua calon pemakai (user) kemudian diajukan sesuai dengan alur yang berlaku di masing- masing organisasi( Mustikasari: 2007). Subagya menyatakan perencanaan adalah hasil rangkuman dari kaitan tugas pokok, gagasan, pengetahuan, pengalaman dan keadaan atau lingkungan yang merupakan cara terencana dalam memuat keinginan dan usaha merumuskan dasar dan pedoman tindakan Pengelolaan logistik cenderung semakin kompleks dalam pelaksanannya sehingga akan sangat sulit dalam pengendalian apabila tidak didasari oleh perencanaan yang baik. Perencanaan yang baik menuntut adanya sistem monitoring, evaluasi dan reporting yang memadai dan berfungsi sebagai umpan balik untuk tindakan pengandalian terhadap devisi-devisi yang terjadi. Suatu rencana harus di dukung oleh semua pihak, rencana yang dipaksakan akan sulit mendapatkan dukungan bahkan sebaliknya akan berakibat tidak lancar dalam pelaksanaannya. Di bawah ini akan dilukiskan bagan kerjasama antara pimpinan, perencana, pelaksana dan pengawas (Subagya: 1994).
  2. Fungsi Penganggaran
    Penganggaran (budgetting), adalah semua kegiatan dan usaha untuk merumuskan perincian penentu kebutuhan dalam suatu skala tertentu/skala standar yaitu skala mata uang dan jumlah biaya (Subagya & Mustikasari) Dalam fungsi penganggaran, semua rencana-rencana dari fungsi perencanaan dan penentu kebutuhan dikaji lebih lanjut untuk disesuaikan dengan besarnya biaya dari dana-dana yang tersedia. Dengan mengetahui hambatan-hambatan dan keterbatasan yang dikaji secara seksama maka anggaran tersebut merupakan anggaran yang reliable. Apabila semua perencanaan dan penentu kebutuhan telah dicek berulang kali dan diketahui untung ruginya serta telah diolah dalam rencana biaya keseluruhan, maka penyediaan dana tersebut tidak boleh diganggu lagi, kecuali dalam keadaan terpaksa. Pengaturan keuangan yang jelas, sederhan dan tidak rumit akan sangat membantu kegiatan. Dalam menyususn anggaran terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain adalah:
    a. Peraturan–peraturan terkait
    b. Pertimbangan politik, sosial, ekonomi dan tehnologi
    c. Hal-hal yang berhubungan dengan anggaran
    d. Pengaturan anggaran seperti: sumber biaya pendapatan sampai dengan pegaturan logistik Sumber anggaran di suatu rumah sakit bermacam-macam, tergantung pada institusi yang ada apakah milik pemerintah atau swasta.
    Pada Rumah sakit Pemerintah, sumber anggaran dapat berasal dari Dana Subsidi (Bappenas, Depkes, Pemda) dan dari penerimaan rumah sakit. Sedangkan pada rumah sakit swasta sumber anggaran berasal dari Dana Subsidi (Yayasan dan Donatur), Penerimaan rumah sakit dan Dana dari pihak ketiga (Mustikasari). Alokasi anggaran logistik Rumah Sakit 40−50dalam bentuk obat-obatan dan bahan farmasi, alat tulis kantor, cetakan, alat rumah tangga, bahan makanan, alat kebersihan dan suku cadang.
  3. Fungsi Pengadaan
    Pengadaan adalah semua kegiataan dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yang tadinya belum ada menjadi ada. Kegiatan ini termasuk dalam usaha untuk tetap mempertahankan sesuatu yang telah ada dalam batas-batas efisiensi. (Subagya: 1994). Sedangkan Mustikasari berpendapat fungsi pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasi atau mewujudkan kebutuhan yang telah direncanakan atau telah disetujui sebelumnya. Pengadaan tidak selalu harus dilaksanakan dengan pembelian tetapi didasarkan dengan pilihan berbagai alternatif yang paling tepat dan efisien untuk kepentingan organisasi. Cara–cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan fungsi pengadaan adalah:
    a. Pembelian
    b. Penyewaan
    c. Peminjaman
    d. Pemberian ( hibah )
    e. Penukaran
    f. Pembuatan
    g. Perbaikan
  4. Fungsi Penyimpanan
    Penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan usaha untuk melakukan pngelolaan barang persediaan di tempat penyimpanan. (Mustikasari: 2007) Penyimpanan berfungsi untuk menjamin penjadwalan yang telah ditetapkan dalam fungsi-fungsi sebelumya dengan pemenuhan setepat-tepatnya dan biaya serendah-rendahnya. Fungsi ini mencakup semua kegiatan mengenai pengurusan, pengelolaan dan penyimpanan barang. Fungsi yang lain adalah: Kualitas barang dapat dipertahankan, barang terhindar dari kerusakan, pencarian barang yang lebih mudah dan barang yang aman dari pencuri. Faktor – faktor yang perlu mendapat perhatian dalam fungsi penyimpanan adalah:
    a. Pemilihan lokasi Aksesibilitas, utilitas, komunikasi, bebas banjir, mampu menampung barang yang disimpan, keamanan dan sirkulasi udara yang baik.
    b. Barang (Jenis, bentuk barang atau bahan yang disimpan) Jenis dan bentuk barang dapat digolongkan ke dalam: Barang biasa: Kendaraan, mobil ambulance, alat-alat berat, brankar, kursi roda dll. Barang khusus: Obat-obatan, alat-alat medis dll.
    c. Pengaturan ruang Bentuk-bentuk tempat penyimpanan, rencana penyimpanan, penggunaan ruang secara efisien dan pengawasan ruangan.
    d. Prosedur/sistem penyimpanan Formulir-formulir transaksi, kartu-kartu catatan, kartu-kartu pemeriksaan, cara pengambilan barang, pengawetan dll.
    e. Penggunaan alat bantu
    f. Pengamanan dan keselamatan Pencegahan terhadap api, pencurian, tindakan pencegahan terhadap kecelakan, gangguan terhadap penyimpanan dan tindakan keamanan.
  5. Fungsi Penyaluran (Distribusi)
    Penyaluran atau distribusi merupakan kegiatan atau usaha untuk mengelola pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya (Subagya: 1994). Faktor yang mempengaruhi penyaluran barang antara lain:
    a. Proses Administrasi
    b. Proses penyampaian berita (data-data informasi)
    c. Proses pengeluaran fisik barang
    d. Proses angkutan
    e. Proses pembongkaran dan pemuatan
    f. Pelaksanaan rencana-rencana yang telah ditentukan
    Ketelitian dan disiplin yang ketat dalam menangani masalah penyaluran merupakan unsur yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
  6. Fungsi Penghapusan
    Penghapusan adalah kegiatan atau usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku (Subagya: 1994)
  7. Fungsi Pengendalian
    Pengendalian adalah sistem pengawasan dari hasil laporan, penilaian, pemantauan dan pemeriksaan terhadap langkah-langkah manajemen logistik yang sedang atau telah berlangsung (Mustikasari: 2007).

 

 

 

Manfaat Manajemen Logistik

  • Persediaan
    Pengaturan pada suatu kegiatan yang berkaitan logistik akan memberikan keuntungan akan ketersediaan barang. Melalui manajemen tersebut suatu perusahaan dapat melaksanakan kegiatan manajemen operasionalnya dengan baik.
  • Transportasi
    Sepsifikasi pada sebuah aktivitas logistik membuat perusahaan lebih aware terhadap kegiatan tersebut. Salah satunya adalah dengan penyediaan sebagai alat transportasi.
  • Fasilitas
    Transportasi menjadi salah satu hal yang paling utama. Kemudian penyediaan sautu fasilitas khususnya tempat penyimpanan juga merupakan suatu pengembangan dari spesialisasi pada manajemen ini. Melalui fasilitas yang baik maka akan mendukung sebuah manajemen persediaan.
  • Layanan
    Merupakan berbagai bagian dari manajemen pemasaran maka manajemen logistik juga menyediakan pelayanan yang baik. Pelayanan yang ditujukan tidak hanya keapda pelanggan atas ketepatan waktu pengantaran. Akan tetapi terhadap suatu stakeholder yang terkait lainnya seperti supplier.
  • Manajemen dan Administrasi
    Keberjalanan dalam setiap proses manajemen adalah dengan adanya suatu administrasi. Pada manajemen persediaan, selain menjaga ketersediaan suatu barang juga memiliki keteraturan dan pencatatan yang baik dan teratur.
  • Inbound Trasnportasi
    Inbound transportasi dalam menangani distribusi barang dan raw material dari supplier ke dalam perusahaan. Melalui penerapan manajemen yang terfokus pada suatu persediaan barang tersebut maka perusahaan akan lebih mudah memperoleh suplier dengan kualitas barang yang baik.
  • Outbond Trasnportasi
    Berbeda dengan inbound maka outbond transportasi juga lebih menangani distribusi ke luar dari perusahaan ke konsumen. Spesialisasi inilah yang akan membuat pelayanan khususnya pengantaran terhadap konsumen berjalan dengan baik.
  • Problem Solving
    Permasalahan dalam suatu proses manajemen adalah hal yang biasa tidak terkecuali pada bagian penyediaan. Melalui manajemen yang diterapkan pada suatu bidang logistik maka permasalahan yang akan terjadi dapat segera diantisipasi dan diatasi dengan cepat, tepat dan akurat.
  • Penyedia infromasi Kepada konsumen
    Konsumen maupun para calon konsumen memiliki hak untuk mengakses track pengiriman terhadap barang yang dipesannya. Melalui manajemen logistik ini maka pemberian informasi tersebut menjadi lebih terorganisir.
  • Kepercayaan Konsumen
    Melalui berbagai pelayanan yang sudah diberikan kepada konsumen maupun pelanggan baik pemberian informasi, ketepatan distirbusi, dan juga pelayanan yang baik. Maka faktor tersebutlah yang dapat membangun kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Faktor itu pula yang akan menumbuhkan suatu loyalitas konsumen terhadap perusahaan.

 

 

Berikut Beberapa Layanan Logistik di Jakarta Timur:

 

 

Published by Maket Creator

Next Definisi Manajemen Logistik